BONDOWOSO, JEJAKPERISTIWA.CO.ID — Rumah Zakat kembali menghadirkan terobosan inspiratif untuk meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (lansia). Kali ini, program inovatif bertajuk “Bambu Ambu” resmi diluncurkan di Taman Lansia Barokah, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, pada Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan perdana ini dikemas secara menarik dengan mengawali rangkaian acara melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, serta skrining lansia sederhana. Kehadiran program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh 18 orang lansia binaan yang tampak bersemangat dan ceria sepanjang acara.
Kolaborasi Bersama Akademisi untuk Lansia Produktif
Guna memastikan kesiapan fisik para peserta, kegiatan perdana ini menggandeng Tim Dosen Gerontik beserta mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ).
Fahruddin Kurdi, dosen sekaligus perawat gerontik yang memimpin pemeriksaan medis, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan para lansia secara umum sangat baik dan layak mengikuti program. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan edukasi penting mengenai pola hidup sehat, manajemen istirahat, serta pengaturan pola makan bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol, asam urat, maupun riwayat pernah jatuh.
Mengubah Potensi Lokal Menjadi Peluang Ekonomi
Program “Bambu Ambu” sendiri lahir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi kejenuhan para lansia yang sehari-hari aktif berkegiatan produktif di Taman Lansia Barokah. Mengusung konsep pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah, program ini melatih para lansia mengolah bambu menjadi berbagai kerajinan tangan bernilai guna tinggi.
Perwakilan Rumah Zakat, Alif Bahtiar, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan buah dari kajian lapangan yang mendalam pada Juli lalu.
“Tujuan program ini adalah menciptakan ruang ekonomi bagi para lansia. Melalui kegiatan ini, harapannya lahir karya sederhana namun fungsional dan banyak dibutuhkan dalam keseharian. Selain itu, program ini juga bermanfaat untuk merangsang kemampuan kognitif lansia sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan dari hasil penjualannya,” ujar Alif.
Ia juga menambahkan, untuk mencapai hasil yang maksimal, para peserta berkomitmen untuk mengikuti rangkaian pelatihan yang dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan hingga program tuntas.
Melalui sinergi antara kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelibatan sosial ini, Program “Bambu Ambu” diharapkan mampu menjadi model percontohan dalam mewujudkan lansia di Bondowoso yang tidak hanya sehat dan bugar, tetapi juga mandiri dan berdaya secara ekonomi.







