Scroll untuk baca artikel
Berita

Pesantren Mambaul Ulum Luncurkan SKT 12 Merek 2 Putri, Bidik Pasar Nasional dari Bondowoso

×

Pesantren Mambaul Ulum Luncurkan SKT 12 Merek 2 Putri, Bidik Pasar Nasional dari Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Soft Launching Rokok SKT 12 Merek 2 Putri di PP Mambaul Ulum Kerang, Bondowoso. Produk yang dikembangkan pesantren ini ditargetkan mampu bersaing di pasar nasional serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Example 468x60

BONDOWOSO, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kerang terus memperluas peranannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Soft Launching Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12 Merek 2 Putri yang digelar pada Selasa (9/6/2026) malam di halaman Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kerang.

Produk yang lahir dari Unit Kegiatan Mandiri (UKM) berbasis Teknologi Informasi (IT) tersebut menjadi salah satu terobosan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha yang legal, profesional, dan memiliki orientasi pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan peluncuran berlangsung khidmat dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, santri, pelaku usaha hingga sejumlah pihak yang selama ini mendukung pengembangan ekonomi berbasis pesantren.

READ
Humanis dan Peduli, Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika Sambangi Warga dan Dengarkan Suara Masyarakat

Dalam sambutannya, Nurul Jamal Habaib, S.H., M.H., menegaskan bahwa hadirnya Rokok SKT 12 Merek 2 Putri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem usaha pesantren yang mampu tumbuh secara mandiri dan kompetitif.

> “Malam ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah produk, tetapi juga meluncurkan harapan dan semangat kemandirian. Rokok SKT 12 Merek 2 Putri adalah bukti bahwa pesantren mampu berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta ikut mengambil peran dalam pembangunan ekonomi masyarakat.”

Ia menjelaskan, produk tersebut diproduksi melalui badan usaha berbentuk CV yang telah mengantongi legalitas usaha dan izin cukai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

> “Kami berkomitmen menjalankan usaha secara profesional, taat hukum, dan mengedepankan kualitas produk. Seluruh proses usaha dijalankan berdasarkan legalitas yang jelas sehingga mampu memberikan kepercayaan kepada konsumen maupun mitra usaha.”

READ
Kasdim 0822 Bondowoso Hadiri Rapat Paripurna Raperda Tahun Anggaran 2023 Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD di DPRD Bondowoso

Menurutnya, pengembangan usaha ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Ke depan, pihaknya menargetkan perluasan jaringan distribusi agar produk tersebut dapat hadir di berbagai daerah di Indonesia.

> “InsyaAllah, produk ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal maupun regional, tetapi kami menargetkan distribusinya dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Kami ingin produk yang lahir dari lingkungan pesantren mampu bersaing di pasar nasional.”

Selain mengedepankan legalitas dan kualitas, produk SKT 12 Merek 2 Putri juga menawarkan harga yang relatif terjangkau. Rokok kretek tangan tersebut dipasarkan dengan harga di bawah Rp10.000 per bungkus tanpa mengabaikan cita rasa khas yang menjadi identitas sigaret kretek tangan Indonesia.

READ
DPC PKB Bondowoso Perkuat Komitmen Hukum dan HAM, Akses Keadilan Masyarakat Jadi Perhatian

Peluncuran ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai unit usaha produktif lainnya di lingkungan pesantren. Kehadiran usaha tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Melalui langkah tersebut, Pondok Pesantren Mambaul Ulum menunjukkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasi utama pesantren.

Dengan semangat “Dari Pesantren untuk Indonesia”, pengembangan usaha ini diharapkan mampu menjadi salah satu model kemandirian ekonomi pesantren yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.