BONDOWOSO, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kerang melalui berbagai program usaha produktif. Salah satu langkah konkret yang kini diwujudkan adalah peluncuran Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12 Merek 2 Putri yang digagas oleh Unit Kegiatan Mandiri (UKM) berbasis Teknologi Informasi (IT) pesantren.
Soft launching produk tersebut digelar pada Selasa (9/6/2026) malam di halaman Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kerang dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, santri, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.
Hadirnya produk SKT 12 Merek 2 Putri menjadi bagian dari pengembangan unit usaha pesantren yang tidak hanya berorientasi pada kemandirian lembaga, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Nurul Jamal Habaib, S.H., M.H., menegaskan bahwa usaha yang dibangun tersebut memiliki tujuan sosial yang sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat.
> “Produk ini kami hadirkan bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai ikhtiar membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Kami ingin keberadaan usaha ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, meningkatkan perekonomian keluarga, serta menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar.”
Menurutnya, sektor industri sigaret kretek tangan memiliki karakteristik yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak karena sebagian besar proses produksinya masih dilakukan secara manual.
> “Kami berharap usaha ini dapat terus berkembang sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Semakin besar usaha ini tumbuh, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat.”
Rokok SKT 12 Merek 2 Putri diproduksi melalui badan usaha berbentuk CV yang telah memenuhi seluruh persyaratan legalitas usaha, termasuk kepemilikan izin cukai sesuai regulasi yang berlaku. Dengan landasan hukum yang jelas, produk tersebut diharapkan mampu bersaing secara sehat dan profesional di pasar nasional.
Tidak hanya mengedepankan aspek legalitas, pengelola juga berupaya menghadirkan produk yang dapat dijangkau masyarakat luas. Untuk itu, SKT 12 Merek 2 Putri dipasarkan dengan harga di bawah Rp10.000 per bungkus tanpa mengabaikan kualitas produk yang ditawarkan.
Pengembangan jaringan pemasaran menjadi salah satu fokus yang tengah dipersiapkan. Manajemen menargetkan distribusi produk dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia sehingga mampu memperluas kontribusi ekonomi yang lahir dari lingkungan pesantren.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah, pesantren juga dapat berperan aktif dalam menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Melalui peluncuran SKT 12 Merek 2 Putri, Pondok Pesantren Mambaul Ulum berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas yang berdaya saing dan berkelanjutan.







