Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID — Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menunjukkan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur dengan turun langsung meninjau sejumlah jembatan rusak di wilayah Kabupaten Bondowoso, Selasa (31/3/2026). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas serta keselamatan masyarakat di tengah cuaca yang tidak menentu.
Didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, rombongan meninjau tiga titik jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni jembatan penghubung Bandilan–Sempol, jembatan Sempol–Tarum di Kecamatan Prajekan, serta jembatan ambles di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kerusakan jembatan diduga dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan debit air sungai melonjak drastis, terutama pada masa pancaroba, sehingga tekanan arus menggerus struktur jembatan hingga mengalami ambles dan kerusakan pada bagian vital.
Di sela peninjauan, Bupati Abd Hamid Wahid menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat dalam melakukan penanganan. Ia memastikan dinas terkait telah diperintahkan untuk segera mengambil langkah teknis agar jembatan dapat kembali difungsikan.
“Dalam waktu dekat, atau paling lambat bulan ini, jembatan yang rusak akan kami upayakan bisa difungsikan kembali, meskipun masih bersifat sementara. Yang terpenting akses masyarakat tidak terputus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbaikan permanen akan dilakukan melalui mekanisme perubahan anggaran setelah kajian teknis rampung. Pemerintah daerah juga akan melakukan asesmen menyeluruh guna mengetahui tingkat kerusakan serta faktor penyebab secara detail.
Bupati juga membuka kemungkinan penerbitan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat apabila kondisi di lapangan memenuhi kriteria. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan, baik dari sisi penganggaran maupun pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bondowoso menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan awal yang bersifat darurat.
“Kami akan melakukan penanganan sementara terlebih dahulu. Artinya, jembatan ini akan diupayakan bisa digunakan oleh masyarakat meskipun dengan berbagai keterbatasan. Secara teknis nanti akan kami atur, termasuk penguatan sementara pada bagian yang terdampak, agar tetap aman dilalui,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemantauan intensif akan terus dilakukan selama masa penanganan sementara berlangsung guna memastikan keamanan pengguna jalan tetap terjaga.
Melalui langkah cepat ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap mobilitas masyarakat dapat segera pulih. Komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif terus ditegaskan, terutama dalam menjawab kebutuhan mendesak warga di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. (Dicky Dwi Cahyono)













