Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Komitmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Amin di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditunjukkan melalui penyajian menu bergizi yang variatif selama satu pekan. Menu yang disusun tidak hanya memperhatikan keseimbangan nutrisi, tetapi juga mengedepankan variasi hidangan agar siswa tetap antusias dalam mengonsumsi makanan sehat.
Dalam satu minggu, SPPG Al-Amin menghadirkan kombinasi menu yang terdiri dari nasi putih dan nasi kuning sebagai sumber karbohidrat utama, dipadukan dengan lauk bergizi seperti lele goreng, ayam olahan, telur, hingga ikan. Variasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah.
Selain itu, menu juga dilengkapi dengan berbagai jenis sayuran seperti tumis sawi, bayam, kangkung, hingga sayur sop yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Kehadiran sayur dalam setiap paket makanan menjadi bagian penting dalam membangun pola makan sehat sejak dini.
Tak hanya itu, SPPG Al-Amin juga rutin menambahkan buah-buahan seperti pisang dan jeruk sebagai pelengkap. Buah ini menjadi sumber vitamin alami, khususnya vitamin C dan serat, yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh serta membantu proses metabolisme siswa.
Kepala SPPG Al-Amin, Ferdi, menegaskan bahwa penyusunan menu mingguan dilakukan dengan perencanaan matang agar seluruh unsur gizi dapat terpenuhi secara seimbang. “Kami memastikan dalam satu minggu menu yang disajikan tidak monoton. Ada variasi lauk seperti lele, ayam, telur, serta tambahan buah pisang dan jeruk agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan menu variatif ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat makan siswa. Dengan menghadirkan hidangan yang familiar dan disukai, seperti ayam goreng, lele, maupun telur, siswa diharapkan lebih mudah menerima makanan sehat tanpa merasa bosan.
Dari sisi pengolahan, SPPG Al-Amin tetap mengedepankan standar kebersihan yang ketat. Seluruh proses memasak dilakukan di dapur yang higienis dengan penggunaan perlengkapan seperti sarung tangan, penutup kepala, dan apron. Hal ini dilakukan guna memastikan makanan yang disajikan aman dan layak dikonsumsi.
Setelah proses memasak, makanan dikemas secara rapi dan higienis sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sukosari. Sistem distribusi yang terjadwal menjadi perhatian utama agar makanan tetap dalam kondisi segar saat diterima siswa.
Respons positif datang dari pihak sekolah maupun siswa. Para guru menilai bahwa program MBG dengan menu variatif selama satu minggu ini memberikan dampak nyata terhadap aktivitas belajar. Siswa terlihat lebih berenergi dan mampu mengikuti pelajaran dengan lebih fokus.
“Dengan menu yang beragam, anak-anak tidak bosan. Mereka lebih semangat makan dan itu berpengaruh pada konsentrasi belajar di kelas,” ungkap salah satu guru.
Program MBG yang dijalankan secara konsisten ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang diyakini mampu mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak.
Melalui penyajian menu bergizi selama satu pekan yang lengkap dan variatif, SPPG Al-Amin Sukosari kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesehatan dan masa depan generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam menciptakan siswa yang sehat, aktif, dan berdaya saing.(ky)







