Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Amin, beralamat di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, kembali disalurkan kepada masyarakat. Kali ini, sasaran penerima manfaat adalah Posyandu Mawar 2 Desa Kerang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi.
Sejak pagi, tim SPPG Al-Amin telah mempersiapkan seluruh menu dengan menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat. Seluruh proses pengolahan dilakukan di dapur yang higienis dengan menggunakan perlengkapan pelindung diri, mulai dari penutup kepala, sarung tangan, hingga apron. Setiap tahapan produksi diawasi agar makanan yang disajikan tetap berkualitas, aman, dan memiliki kandungan gizi yang seimbang.
Menu yang disiapkan disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat. Bahan makanan dipilih dari produk yang masih segar dan diolah dengan teknik yang menjaga kualitas nutrisi. Setelah selesai dimasak, seluruh makanan dikemas secara higienis sebelum didistribusikan ke Posyandu Mawar 2 Desa Kerang sesuai jadwal pelayanan.
Kepala SPPG Al-Amin, Ferdi, mengatakan bahwa program MBG tidak hanya difokuskan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pelayanan di posyandu.
“Melalui penyaluran MBG di Posyandu Mawar 2 Desa Kerang, kami ingin memastikan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui memperoleh asupan gizi yang baik. Pemenuhan nutrisi pada kelompok ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu. Karena itu kami selalu menjaga kualitas menu yang disajikan agar benar-benar memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi,” ujar Ferdi.
Ia menegaskan bahwa kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi.
“Kami menerapkan standar kebersihan yang ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi. Setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG Al-Amin harus memenuhi prinsip higienis, bergizi, dan layak konsumsi. Komitmen ini menjadi bentuk tanggung jawab kami kepada seluruh penerima manfaat program MBG,” katanya.
Menurut Ferdi, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan mencegah masalah gizi.
“Kami berharap program ini mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. Dengan asupan gizi yang baik, risiko stunting dapat ditekan dan kualitas kesehatan generasi mendatang akan semakin meningkat. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mendukung keberhasilan program pemerintah,” tambahnya.
Program MBG yang disalurkan melalui Posyandu Mawar 2 Desa Kerang mendapat sambutan positif dari para kader posyandu dan masyarakat. Kehadiran program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara SPPG Al-Amin dan Posyandu Mawar 2 Desa Kerang, diharapkan upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.








