Scroll untuk baca artikel
Berita

Polemik Yayasan Bergulir di Pengadilan, Pengasuh Pastikan Pendidikan Santri Tetap Kondusif

×

Polemik Yayasan Bergulir di Pengadilan, Pengasuh Pastikan Pendidikan Santri Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
Kiai Muhammad Zakaria Muhtar memberikan keterangan kepada awak media terkait polemik internal yayasan Pondok Pesantren Darut Tholabah Al Asyari. Ia menegaskan proses pendidikan dan aktivitas santri tetap berjalan normal, aman, dan kondusif meski persoalan hukum tengah bergulir di pengadilan.
Example 468x60

BONDOWOSO, JEJAKPERISTIWA.CO.ID — Polemik hukum yang tengah terjadi di lingkungan yayasan Pondok Pesantren Darut Tholabah Al Asyari dipastikan tidak berdampak terhadap aktivitas pendidikan maupun kegiatan santri sehari-hari. Proses belajar mengajar di pesantren disebut tetap berlangsung normal dan kondusif seperti biasa.

Penegasan tersebut disampaikan Muhammad Zakaria Muhtar selaku Katib Majelis Keluarga PP Darut Tholabah Al Asyari. Ia menerangkan, perkara yang kini bergulir di pengadilan hanya berkaitan dengan dinamika pergantian kepengurusan yayasan dan tidak menyentuh aspek pendidikan di dalam pesantren.

Menurutnya, para wali santri dan masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh aktivitas pesantren tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa hambatan.

“Pendidikan santri tetap berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas keseharian di pesantren tidak terganggu,” ujarnya.

READ
SMSI Kabupaten Bondowoso Rayakan HPN ke-79 secara Virtual

Kiai Zakaria menilai munculnya gugatan hukum terhadap keputusan pengasuh dan majelis keluarga menjadi situasi yang cukup memprihatinkan jika dilihat dari tradisi pesantren yang selama ini menjunjung tinggi musyawarah dan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan internal.

Ia menegaskan, kultur pesantren sejak dahulu lebih mengedepankan adab, etika, dan penghormatan kepada guru maupun pengasuh dibanding penyelesaian melalui jalur konfrontatif.

“Dalam tradisi pesantren, persoalan biasanya diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan. Nilai-nilai itu yang selama ini dijaga bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Kiai Zakaria menuturkan bahwa moral dan akhlakul karimah merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter manusia. Menurutnya, ilmu pengetahuan tanpa dibarengi adab yang baik berpotensi kehilangan arah dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

READ
Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

Ia menyebut, di lingkungan pesantren nilai adab bahkan menjadi ruh yang melekat dalam kehidupan santri sehari-hari.

“Pesantren selalu menempatkan akhlak dan adab sebagai prioritas utama. Karena itu, budaya saling menggugat terhadap pengasuh bukan hal yang lazim dikenal dalam tradisi pesantren,” ucapnya.

Selain aturan formal, lanjutnya, kehidupan pesantren juga ditopang nilai moral dan etika yang hidup di tengah lingkungan santri dan keluarga besar pondok. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan tersebut secara bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.

“Ada nilai-nilai moral yang memang tidak tertulis dalam undang-undang, tetapi hidup dan dijaga dalam tradisi pesantren. Itu yang semestinya dipahami bersama,” ungkapnya.

READ
Polres Pasuruan Kota Ungkap Peredaran Narkoba 2 Tersangka dan Sabu 45,76 gr Diamankan

Terkait pergantian kepengurusan yayasan, Kiai Zakaria menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah majelis keluarga dan bagian dari mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama. Pergantian pengurus, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam lembaga berbadan hukum.

Di akhir keterangannya, ia kembali mengimbau wali santri dan masyarakat untuk tetap tenang serta terus mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren.

“Kami berharap masyarakat tetap percaya bahwa pesantren berjalan baik, aman, dan tetap fokus pada pendidikan santri. Jangan sampai persoalan internal memengaruhi semangat belajar maupun kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.