Scroll untuk baca artikel
Berita

Maple Tree School Bondowoso Ambil Langkah Cepat Usai Kepadatan Kendaraan Jadi Sorotan

×

Maple Tree School Bondowoso Ambil Langkah Cepat Usai Kepadatan Kendaraan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah Maple Tree School Bondowoso, Nidia, bersama Sekretaris Maple Tree School Bondowoso, Eunike, memberikan keterangan kepada awak media terkait langkah evaluasi dan pembenahan sistem antar-jemput siswa guna mengurangi kepadatan kendaraan di lingkungan sekolah, Bondowoso, Jumat (18/7/2026). (Foto: Jejakperistiwa.co.id)
Example 468x60

BONDOWOSO, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Maple Tree School Bondowoso merespons sorotan terkait kepadatan kendaraan yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah saat jam antar dan penjemputan siswa. Menyikapi kondisi tersebut, manajemen sekolah menegaskan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengaturan ulang jam pulang hingga penerapan sistem penjemputan yang lebih tertib.

Kepala Sekolah Maple Tree School Bondowoso,Nidia, mengatakan persoalan kelancaran arus kendaraan menjadi salah satu fokus evaluasi pada masa awal tahun ajaran baru. Menurutnya, selama pekan pertama sekolah, orang tua masih diperbolehkan menunggu anak di lingkungan sekolah sebagai bagian dari proses adaptasi sekaligus pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Karena ada orang tua yang mengantar dan anaknya masih harus ditunggu, untuk minggu pertama masih kita izinkan. Namun, karena kegiatan MPLS berlangsung singkat, akhirnya banyak orang tua memilih menunggu sehingga lahan parkir menjadi penuh,” ujar Nidia, Jumat (18/7/2026).

Ia menjelaskan, kepadatan semakin meningkat karena jadwal kepulangan siswa dari beberapa jenjang masih berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Saat ini, Maple Tree School memiliki sekitar 130 siswa yang terdiri atas Baby Class hingga jenjang Sekolah Dasar kelas 1, 2, dan 3.

READ
Tim Tangkal Polres Bondowoso Menyisir Ke Sudut Desa Terpencil

Menurut Nidia, pihak sekolah sebenarnya telah mencoba menerapkan jeda waktu kepulangan antarjenjang. Namun, skema tersebut belum mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal.

“Kemarin kita coba bedakan 15 menit, tetapi ternyata masih kurang efektif. Ke depan, kami akan membuat jeda waktu yang lebih panjang, mungkin bahkan setengah jam antarjenjang, sehingga orang tua tidak datang secara bersamaan,” jelasnya.

Selain penyesuaian jam pulang, sekolah juga tengah menyiapkan sistem penjemputan bergilir serta penggunaan stiker identitas kendaraan sebagai bagian dari upaya menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertata.

Nidia mengungkapkan, tantangan pengelolaan lalu lintas di lingkungan sekolah juga dipengaruhi oleh tingginya jumlah siswa yang berasal dari luar Kabupaten Bondowoso. Sebagian di antaranya datang dari Situbondo, Jember, dan sejumlah daerah lainnya sehingga mayoritas diantar menggunakan kendaraan roda empat.

“Banyak murid kami yang datang dari luar Bondowoso. Ada dari Situbondo dan Jember. Karena jaraknya jauh, tentu mereka menggunakan kendaraan roda empat. Ini juga menjadi evaluasi bagi kami, karena kondisi tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan ruang parkir,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sebagai sekolah yang baru beroperasi sekitar satu tahun di Bondowoso, Maple Tree School terus melakukan pembenahan demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh pihak.

READ
Kapolres Bondowoso Tinjau Lokasi Longsor Jembatan Penghubung Jalur Jember-Bondowoso, Pastikan Jalur Alternatif Aman

“Kami baru satu tahun berdiri di Bondowoso dan masih terus belajar. Kami ingin orang tua, sekolah, dan masyarakat sekitar sama-sama nyaman. Karena itu, kami akan terus mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki,” tegas Nidia.

Sementara itu, Sekretaris Maple Tree School Bondowoso, Eunike , menegaskan bahwa pihak sekolah bersikap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat maupun instansi terkait.

Menurutnya, komunikasi dengan sejumlah pihak telah dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas persoalan kepadatan kendaraan di sekitar sekolah.

“Sebagai lembaga pendidikan, kami sangat terbuka terhadap masyarakat yang ingin memberikan masukan. Kami tidak menutup diri. Apa pun masukan yang ada akan kami evaluasi dan kami cari solusinya bersama,” ujar Eunike.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya pihak terkait telah melakukan komunikasi dengan sekolah mengenai persoalan tersebut. Selain itu, sekolah juga telah berkoordinasi terkait perizinan dengan pihak kelurahan.

“Untuk tahun ini, karena ditemukan adanya persoalan, kami juga akan kembali berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendiskusikan solusi terbaik,” katanya.

Eunike memastikan Maple Tree School tidak akan mengabaikan persoalan yang muncul. Evaluasi akan terus dilakukan agar sistem antar-jemput siswa semakin tertata dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.

READ
Resmi! Tongkat Komando Kodim 0822 Bondowoso Berganti, Ini Sosok Dandim Baru yang Disertijab di Makorem 083

“Dari Maple Tree, kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi. Kami melihat apa yang perlu diperbaiki dan apa yang perlu dilanjutkan. Minggu awal masuk sekolah memang menjadi masa evaluasi bagi kami untuk melihat situasi dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat maupun keluarga besar Maple Tree,” tegasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah siswa serta tingginya minat masyarakat dari luar daerah untuk menyekolahkan anak di Bondowoso menjadi tantangan yang harus diimbangi dengan pengelolaan sistem lalu lintas yang lebih baik.

“Karena banyak siswa kami berasal dari luar kota, kendaraan yang digunakan mayoritas roda empat. Ini menjadi salah satu persoalan yang harus kami evaluasi. Namun, kami memastikan tidak berdiam diri dan akan terus memperbaiki kekurangan yang ada,” pungkas Eunike.

Melalui evaluasi terhadap sistem jam pulang, pola penjemputan, serta pengaturan kendaraan, pihak sekolah berharap kepadatan lalu lintas di sekitar Maple Tree School dapat berkurang sehingga kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar tetap terjaga.(KY)