Scroll untuk baca artikel
Berita

Polemik SPPG Lojajar Bondowoso Jadi Sorotan, Kades Ervan Angkat Bicara

×

Polemik SPPG Lojajar Bondowoso Jadi Sorotan, Kades Ervan Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Aksi joget sejumlah karyawan SPPG Lojajar di dapur MBG, yang viral di media sosial terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk perhatian dari kalangan media dan pemerintah desa setempat.

Di sisi lain, Media Lensa Nusantara telah melaporkan ke Polres Bondowoso terkait komentar seorang asisten lapangan (aslap) pada unggahan TikTok miliknya. Isi komentar tersebut dinilai merugikan kredibilitas medianya dan memicu polemik di tengah situasi yang sedang ramai diperbincangkan terkait MBG.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Lojajar, Ervan Anggani, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

READ
Kodim 0822 Bondowoso Siap Mendukung Memberantas Segala Bentuk Tindak Pidana

Dalam keterangannya, Ervan menegaskan bahwa peristiwa ini berdampak pada citra Desa yang selama ini dijaga dengan baik.

READ
Babinsa Kodim 0822 Bondowoso Ikuti Pelatihan Budidaya Ikan Lele

“Saya selaku Kepala Desa Lojajar meminta maaf kepada teman-teman media. Gara-gara orang berinisial A, nama Desa Lojajar juga ikut tercoreng. Padahal kami pemerintah desa dan masyarakat sedang menata Desa Lojajar ke depan supaya lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp. Senin, 23/3/2026.

Ia juga menambahkan bahwa wilayahnya sempat meraih prestasi membanggakan di tingkat kabupaten.

READ
Pemkab Bondowoso Antisipasi Kelangkaan Gas Melon, Tahun 2025 Ajukan tambahan Kuota

“Apalagi di tahun 2024 lalu, desa kami menjadi salah satu desa terbaik di Bondowoso. Dengan adanya berita yang viral terkait SPPG Lojajar, kami merasa nama baik desa juga ikut tercoreng,” Tegasnya.

Pemerintah desa berkomitmen melakukan pembinaan serta menjaga reputasi wilayah agar tetap positif. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik dapat kembali terjaga.