Scroll untuk baca artikel
Berita

Dapur MBG Dinilai Punya Potensi Ekonomi Besar, SMSI Bondowoso Soroti Pengelolaannya

×

Dapur MBG Dinilai Punya Potensi Ekonomi Besar, SMSI Bondowoso Soroti Pengelolaannya

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi 3D
Example 468x60

Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bondowoso menyoroti besarnya potensi ekonomi dari pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Bahkan, jika dihitung secara sederhana, potensi pendapatan pemilik dapur SPPG dinilai bisa jauh melampaui penghasilan resmi seorang Bupati.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai gambaran besarnya perputaran ekonomi dari program nasional penyediaan makanan bergizi bagi pelajar yang saat ini mulai berjalan di berbagai daerah.

Ketua SMSI Bondowoso menyebut, jika dikelola secara profesional, satu dapur SPPG dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar dalam setahun.

“Secara hitungan sederhana saja, peluang usaha dari satu dapur SPPG cukup menjanjikan. Bahkan bisa lebih besar dari penghasilan resmi seorang kepala daerah,” ujarnya.

READ
Cegah Kecurangan Penjualan BBM, Polres Lamongan Sidak SPBU Jelang Mudik Lebaran

Gaji Resmi Bupati

Berdasarkan regulasi pemerintah, gaji pokok seorang bupati di Indonesia sebesar Rp2.100.000 per bulan. Selain itu terdapat tunjangan jabatan sekitar Rp3.780.000 per bulan.

Jika digabungkan, maka total penghasilan tetap bupati dari gaji pokok dan tunjangan jabatan mencapai sekitar Rp5.880.000 per bulan.

Diperkirakan Dalam satu tahun, penghasilan tersebut menjadi:

Rp5.880.000 x 12 bulan = Rp70.560.000 per tahun, belum termasuk fasilitas negara seperti rumah dinas, kendaraan dinas, dan biaya operasional jabatan.

Pendapatan Dapur SPPG

Sementara itu, dalam skema program MBG yang diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pemilik atau pengelola dapur SPPG mendapatkan biaya operasional atau pengelolaan sekitar Rp2.000 per porsi makanan.

Jika satu dapur melayani 3.000 porsi makanan per hari, maka estimasi pendapatan pengelola dapur dari biaya pengelolaan adalah:

READ
Babinsa Dadapan: Mitra Setia Petani dalam Meningkatkan Produktivitas Padi

3.000 porsi x Rp2.000 = Rp6.000.000 per hari

Apabila dihitung berdasarkan hari operasional sekolah sekitar 260 hari dalam setahun (setelah dikurangi hari Minggu dan hari libur nasional), maka potensi pendapatan dalam satu tahun mencapai:

Rp6.000.000 x 260 hari = Rp1.560.000.000 per tahun.

Estimasi Pendapatan tersebut tentu masih harus digunakan untuk menutup berbagai kebutuhan operasional dapur seperti tenaga kerja, gas, listrik, distribusi, dan perawatan peralatan.

Potensi Ekonomi Program MBG

Meski demikian, SMSI Bondowoso menilai perputaran dana dari program ini menunjukkan bahwa sektor pelayanan gizi memiliki potensi ekonomi yang besar di daerah.

Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi pelajar, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor kuliner skala besar, mulai dari pemasok bahan pangan, tenaga dapur, hingga distribusi makanan.

READ
Para Supir Elf Garut Selatan Serukan Aksi Mogok Operasi, Keluhkan Banyaknya Travel Bodong

Namun, sangat disayangkan apabila program baik tersebut disalahgunakan dengan mangambil laba sebanyak-banyaknya tanpa mengutamakan kualitas dan kandungan gizinya.

“Sesuai pantauan di lapangan dan aduan masuk ke sekretariat kami, masih banyak SPPG di Bondowoso yang mengecewakan, menu MBG ketika ditotal masih dibawah 10 ribu”. Ungkap Arik Kurniawan Ketua SMSI Bondowoso.

SMSI Bondowoso berharap program tersebut tetap dijalankan secara transparan dan profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Program ini sangat baik, tetapi pengelolaannya harus akuntabel agar tujuan utamanya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia tetap tercapai,” pungkasnya Arik.

Laporan Pengaduan MBG Kabupaten Bondowoso: 0895403109220