Scroll untuk baca artikel
Berita

Polres Bondowoso apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

×

Polres Bondowoso apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang diselenggarakan di Halaman Polres Bondowoso, pada Senin, 2 Februari 2026. Apel gelar pasukan tersebut berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan lintas sektoral.

Apel ini diikuti oleh personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso. Kehadiran unsur lintas sektor tersebut menunjukkan soliditas dan sinergitas antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Polres Bondowoso membacakan Amanat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., Dalam amanatnya disampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan merupakan momentum strategis untuk melaksanakan pengecekan akhir (final check) terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta memastikan soliditas dan sinergitas lintas sektoral agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal.

READ
Di Tengah Duka Longsor Pandanarum, Lensa Nusantara Hadir Membawa Kepedulian untuk Pengungsi

Kapolda Jawa Timur dalam amanatnya menegaskan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks. Berdasarkan data Analisa dan Evaluasi (Anev) pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025, tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 51 korban luka berat, serta 803 korban luka ringan. Tingginya angka kecelakaan tersebut berkorelasi dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta masih rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap aturan keselamatan berlalu lintas. Kondisi ini diperparah oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin dan berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan.

Menyikapi dinamika tersebut, Polda Jawa Timur beserta jajaran menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Operasi Keselamatan Semeru 2026”, yang akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Adapun tema yang diusung dalam operasi tahun ini adalah “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”. Tema tersebut menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 merupakan bentuk cipta kondisi (cooling system) pra Operasi Ketupat Semeru dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1447 H, sehingga potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dapat diminimalisir sejak dini.

READ
Polres Bondowoso Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Semeru 2025 Targetkan Disiplin Berlalu Lintas Menuju Indonesia Emas

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Semeru 2026 melibatkan 5.020 personel, dengan rincian 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran. Operasi ini mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas, melalui tiga strategi utama, yakni preemtif, preventif, dan represif.

Upaya preemtif dilakukan melalui pembinaan dan edukasi kepada masyarakat dengan memaksimalkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan, termasuk kepada pengusaha otobus (PO) terkait pentingnya sistem manajemen keselamatan, serta kampanye keselamatan berlalu lintas melalui media cetak, elektronik, dan media sosial guna membangun budaya tertib berlalu lintas. Upaya preventif diwujudkan melalui pelaksanaan ramp check terpadu dengan bersinergi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine, di terminal dan pool bus. Selain itu, patroli akan ditingkatkan di titik-titik rawan kecelakaan (blackspot) dan rawan kemacetan (troublespot).

Sementara itu, upaya represif dilakukan secara selektif dan prioritas terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong). Penegakan hukum akan dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) guna menjamin penindakan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar.

READ
Prajurit Kodim Bondowoso Raih Prestasi Road To One Pride Kapolres Tulungagung Cup

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolda Jawa Timur memberikan penekanan khusus kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika kepolisian, mengutamakan keselamatan masyarakat, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu, serta memperkokoh sinergitas dan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Seluruh personel juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama bertugas serta meniatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk ibadah.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Polres Bondowoso berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud kesiapan Polres Bondowoso bersama seluruh stakeholder terkait dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Bondowoso.