Scroll untuk baca artikel
Berita

Warga Kerang Keluhkan Banyaknya Lalat Berkeliaran Diduga Akibat Adanya Perternakan Ayam Potong

×

Warga Kerang Keluhkan Banyaknya Lalat Berkeliaran Diduga Akibat Adanya Perternakan Ayam Potong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Warga RT 16/RW 08 Desa Kerang Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso di keluhkan dengan adanya lalat yang berkeliaran di wilayahnya, hal tersebut diduga di akibatkan adanya usaha perternakan ayam potong (pedaging), Rabu 25/12/2024.

Nurul Jamal Habaib, salah satu warga di lingkungan RT 16 /RW 08, mengungkapkan keberatannya terhadap keberadaan peternakan ayam yang dianggap mengganggu kenyamanan warga sekitar. Menurutnya, peternakan tersebut memicu berbagai masalah, mulai dari gangguan kesehatan hingga banyaknya lalat yang berhamburan.

READ
Kasdim 0822 Bondowoso Pimpin Upacara Pelepasan Prajurit: "Tugas Boleh Berganti, Loyalitas Tetap Abadi"

“Keberadaan peternakan ayam ini sangat meresahkan. Bau tidak sedap menyebar ke mana-mana, dan jumlah lalat semakin tak terkendali. Kami khawatir kesehatan anak-anak dan warga lain bisa terganggu”, ujar Nurul Jamal Habaib.

Ia juga menegaskan bahwa peternakan ayam tersebut diduga tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang. “Setelah kami cek, ternyata pemilik peternakan tidak mengantongi izin operasional. Ini jelas melanggar aturan”, tambahnya.

READ
Warga Nendagung Pengedar Sabu Diamankan Satresnarkoba Pagaralam

Warga setempat berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami mendesak agar instansi terkait turun tangan, baik untuk memastikan perizinan maupun meninjau dampaknya terhadap lingkungan”, tutup Jamal Habaib.

READ
Dialog Interaktif Kasdim 0822 Bondowoso, Penguatan Nasionalisme Melalui Kampung Pancasila

Masalah ini sering terjadi di area sekitar peternakan, terutama jika pengelolaan kotoran ayam tidak dilakukan dengan baik. Lingkungan yang tercemar oleh limbah tersebut menjadi tempat ideal bagi lalat untuk berkembang biak.

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini, baik dengan memberikan solusi penanganan limbah yang lebih baik atau pengawasan terhadap peternakan agar lebih ramah lingkungan.