Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Upaya Perawatan Dinding Pascabanjir, Simak di Sini!

×

Upaya Perawatan Dinding Pascabanjir, Simak di Sini!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketika dinding rumah pernah terendam banjir, kondisinya tidak selalu kembali normal begitu saja setelah air surut. Banyak orang mengira cukup dengan mengeringkannya lalu mengecat ulang. 

Padahal jika penanganannya kurang tepat, berbagai masalah bisa muncul di kemudian hari. karena itu, Anda perlu memahami bahwa penanganan dinding pascabanjir tidak hanya soal memperbaiki tampilannya.

Perlindungan bangunan termasuk waterproofing dak beton penting dilakukan agar masalah serupa tidak berulang.

7 Langkah Perawatan Dinding Pascabanjir!

Merawat dinding pascabanjir memang susah-susah gampang. Kita perlu teliti untuk membersihkan dan melakukan perawatan lainnya. Tapi tak perlu bingung, Anda bisa mengikuti langkah cepat berikut!

  1. Bersihkan Lumpur yang Menempel

Sisa lumpur yang menempel pada dinding setelah banjir tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini perlu segera dibersihkan sebelum lumpur mengering dan semakin sulit dihilangkan. 

Lumpur akan membawa kotoran, bakteri, serta partikel halus yang dapat menempel kuat pada permukaan dinding. Jika terlalu lama, kotoran ini bisa meresap ke dalam pori-pori dinding dan memicu munculnya noda membandel. 

Pada beberapa kasus, permukaan dinding juga bisa menjadi lebih lembap karena lapisan lumpur menahan sisa air di baliknya. Anda sebaiknya membersihkan dinding menggunakan air bersih dan sikat berbulu sedang agar kotoran dapat terangkat dengan baik. 

  1. Keringkan Dinding secara Menyeluruh

Setelah dibersihkan, tahap berikutnya adalah memastikan dinding benar-benar kering. Tidak disarankan untuk terburu-buru menutup permukaan dinding dengan cat atau lapisan baru ketika kondisi masih lembap. 

Air yang terserap saat banjir biasanya masuk ke dalam pori-pori material dinding. Proses pengeringannya pun membutuhkan waktu. Jika kelembapan masih tersisa di dalam dinding, berbagai masalah bisa muncul di kemudian hari. 

Cat dapat menggelembung, lapisan finishing mudah terkelupas, bahkan jamur dapat tumbuh pada area tertentu. Sebaiknya tunggu hingga dinding memiliki sirkulasi udara yang baik.

  1. Cek Keretakan pada Permukaan

Banjir juga bisa meninggalkan dampak yang tidak langsung terlihat. Salah satunya seperti keretakan kecil pada dinding. Retakan ini bisa muncul karena perubahan kelembapan yang cukup ekstrem atau tekanan air yang mengenai dinding dalam waktu lama. 

Sekilas keretakan ini mungkin tampak ringan, tetapi jika dibiarkan masalahnya bisa berkembang menjadi lebih besar. Air dari hujan dapat masuk melalui celah tersebut dan meresap ke bagian dalam dinding. 

Kondisi ini berpotensi menyebabkan cat cepat rusak atau dinding menjadi lebih rapuh. Karena itu, cek lebih lama pada area yang terendam air. Perhatikan garis-garis halus, celah kecil, atau bagian yang terlihat tidak rata.

  1. Perhatikan Kondisi Lapisan Dinding

Air yang merendam dalam waktu tertentu tentu memengaruhi kekuatan lapisan luar dinding seperti plesteran, acian, maupun cat. Lapisan tersebut bisa menjadi lebih rapuh, mudah terkelupas, atau mulai menggelembung. 

Hal ini terjadi karena air yang sempat meresap membuat daya rekat antar lapisan menurun. Jika kondisi ini tidak diperiksa sejak awal, perbaikan yang dilakukan bisa tidak maksimal. 

Untuk mengeceknya, cobalah sentuh beberapa bagian untuk memastikan apakah lapisan masih kuat atau justru mulai rapuh. Perhatikan juga apakah ada bagian yang terlihat mengapur, mengelupas, atau berubah warna. 

  1. Lakukan Penggantian Material Jika Perlu

Perawatan dinding pascabanjir mungkin tidak cukup dengan membersihkan atau memperbaiki bagian permukaannya saja. Anda bisa mempertimbangkan penggantian material pada bagian tertentu yang sudah mengalami kerusakan cukup parah. 

Air banjir yang meresap terlalu lama dapat melemahkan struktur lapisan dinding. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, perbaikan sederhana seperti menambal atau mengecat ulang biasanya tidak akan bertahan lama. 

  1. Aplikasikan Waterproofing untuk Melindungi

Memberikan perlindungan pada dinding maupun waterproofing dak beton menjadi langkah penting setelah proses perbaikan selesai dilakukan. Penggunaan lapisan waterproofing membantu melindungi dinding dari risiko kelembapan di kemudian hari. 

Lapisan ini bekerja sebagai pelindung yang membantu menghambat masuknya air ke dalam material dinding. Lewat perlindungan ini, dinding menjadi lebih tahan terhadap paparan air dan perubahan cuaca. 

Anda bisa fokus mengaplikasikannya pada area yang rawan terkena air seperti bagian bawah dinding, area luar rumah, bahkan pada permukaan dak beton yang sering terpapar hujan.

  1. Cek Secara Berkala

Dampak banjir terkadang tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Beberapa masalah bisa muncul secara perlahan, terutama ketika dinding masih menyimpan sisa kelembapan di bagian dalam. 

Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting agar Anda dapat mendeteksi perubahan sejak awal. Perhatikan apakah ada tanda-tanda seperti noda lembap, blister, atau bagian dinding yang terasa lebih rapuh. 

Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi indikasi bahwa dinding masih mengalami masalah. 

Perawatan dinding pascabanjir menjadi hal yang penting dilakukan. Selain mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi, kita bisa melindungi dinding dari kerusakan berulang. Tentu saja, perawatan harus melalui langkah tepat agar hasilnya maksimal.

Lengkapi Perawatan Pascabanjir bersama Waterproofing Sika!

Seperti yang telah dijelaskan, waterproofing memegang peranan penting dalam perawatan pascabanjir. Lapisan akan memberikan perlindungan ekstra. Karena itu, Anda bisa mempercayakannya bersama SikaCoat Plus sebagai waterproofing dari Sika.

Produk ini memiliki kemampuan menutup sangat baik, elastisitas tinggi, tahan alkali, serta mudah diaplikasikan. Produk juga mampu menahan UV, kedap air, serta konsumsi yang rendah. 

Lapisan waterproofing Sika telah memiliki pengalaman selama 115 tahun dalam menangani proyek global seperti Stadion Kotamadya di Wroclaw, Poland. Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. 

Karena itu, Anda bisa langsung mengandalkan Sika dengan cek produk yang sesuai di Shopee Official Store Sika. Memilih waterproofing dak beton dari Sika tepat untuk melindungi bangunan pascabanjir! Konsultasikan juga bersama tim profesional melalui Kontak/Dukungan Sika Indonesia.