Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Sehat karena Lari, Rugi karena Camilan: Waspadai Kebiasaan Usai Berolahraga

×

Sehat karena Lari, Rugi karena Camilan: Waspadai Kebiasaan Usai Berolahraga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lari adalah salah satu bentuk olahraga paling populer sekaligus paling mudah diakses oleh siapa pun. Tidak membutuhkan alat khusus, dapat dilakukan kapan saja, serta terbukti efektif menjaga kebugaran tubuh. Namun, ada satu kebiasaan yang sering tidak disadari oleh banyak orang: langsung mengonsumsi makanan berlebihan atau camilan tinggi gula dan lemak setelah berlari. Kebiasaan ini justru bisa mengurangi, bahkan meniadakan, manfaat dari olahraga yang sudah dilakukan.

Manfaat Lari bagi Kesehatan

  1. Menyehatkan jantung dan pembuluh darah
    Lari secara teratur memperkuat otot jantung, memperlancar aliran darah, serta membantu menurunkan tekanan darah. Aktivitas ini terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
  2. Mengendalikan berat badan
    Dengan membakar kalori secara signifikan, lari menjadi salah satu cara efektif menjaga berat badan ideal. Sesi lari selama 30 menit saja dapat membakar ratusan kalori, tergantung intensitasnya.
  3. Memperkuat tulang dan otot
    Tekanan alami dari aktivitas lari merangsang pertumbuhan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang, sehingga membantu mencegah osteoporosis. Otot kaki, pinggul, hingga inti tubuh juga menjadi lebih kuat.
  4. Meningkatkan kesehatan mental
    Lari memicu pelepasan endorfin, hormon yang dikenal sebagai hormon bahagia. Efek ini dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, hingga menurunkan risiko depresi ringan.
  5. Meningkatkan sistem imun
    Aktivitas fisik teratur seperti lari terbukti memperkuat daya tahan tubuh sehingga lebih siap menghadapi serangan penyakit.
READ
Jelang Idul Fitri, Babinsa Cermee Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Mengapa Langsung Banyak Makan Setelah Lari Itu Buruk?

Meskipun tubuh memerlukan energi untuk pemulihan, mengonsumsi makanan berlebihan atau memilih camilan yang tidak sehat setelah berlari dapat menimbulkan sejumlah masalah.

  • Mengganggu pencernaan
    Setelah berlari, tubuh masih dalam fase pemulihan. Sistem pencernaan belum sepenuhnya siap menerima makanan berat. Akibatnya, makanan berlemak atau terlalu banyak bisa memicu rasa kembung, mual, hingga nyeri perut.
  • Membatalkan manfaat pembakaran kalori
    Tujuan lari untuk menurunkan atau menjaga berat badan bisa gagal bila asupan kalori setelahnya berlebihan. Kalori yang baru dibakar bisa langsung tergantikan, bahkan berlipat ganda, terutama jika yang dikonsumsi adalah makanan cepat saji atau camilan tinggi gula.
  • Pemulihan otot tidak optimal
    Camilan manis atau makanan instan memang memberi energi cepat, tetapi tidak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan otot untuk pulih. Padahal, fase setelah berlari adalah waktu penting bagi otot untuk memperbaiki diri.
READ
Warga Kerang Keluhkan Banyaknya Lalat Berkeliaran Diduga Akibat Adanya Perternakan Ayam Potong

Pola Konsumsi yang Tepat Setelah Berlari

Untuk menjaga manfaat lari tetap maksimal, pemilihan makanan pasca-lari sangat penting. Beberapa rekomendasi di antaranya:

  • Hidrasi lebih dulu
    Minumlah air putih atau minuman elektrolit untuk mengganti cairan yang hilang selama berlari. Dehidrasi bisa memperlambat pemulihan.
  • Konsumsi makanan ringan bergizi dalam 30–60 menit
    Pilih camilan sehat seperti pisang, smoothie buah, yogurt dengan granola, atau roti gandum dengan selai kacang. Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein sangat membantu pemulihan otot.
  • Hindari makanan berat dan berlemak berlebihan
    Makanan cepat saji, gorengan, atau camilan tinggi gula sebaiknya ditunda, agar manfaat lari tidak berkurang.
READ
Serah Terima Pekerjaan Fisik Paving TMMD 123 Ke Pemda Bondowoso

Kesimpulan

Lari adalah olahraga sederhana dengan segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, kebiasaan langsung banyak makan atau mengonsumsi camilan tidak sehat setelah berlari bisa merusak manfaat yang sudah diperoleh. Kunci utamanya adalah menyeimbangkan olahraga dengan pola pemulihan yang benar melalui hidrasi cukup, camilan sehat, serta asupan bergizi seimbang. Dengan begitu, lari bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga investasi nyata untuk kesehatan jangka panjang.