Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Rumah Seorang Nenek 72 Tahun di Garut Sangat Memprihatinkan: Bukti Program Penanganan Kemiskinan Ekstrim Belum Efektif

×

Rumah Seorang Nenek 72 Tahun di Garut Sangat Memprihatinkan: Bukti Program Penanganan Kemiskinan Ekstrim Belum Efektif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GARUT, JEJAKPERISTIWA.CO.ID 12 Juni 2024 – Program penanganan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Garut semakin mengkhawatirkan, dengan banyaknya janji pemerintah yang ternyata hanya menjadi isapan jempol belaka. Salah satu contoh nyata adalah kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Ma Uha, seorang janda lanjut usia berusia 72 tahun, yang tinggal di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Ma Uha, yang harus merawat ketiga cucunya yang masih kecil, hidup dalam kondisi yang jauh dari layak. Mereka tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran 3×4 meter persegi, dengan konstruksi kayu yang rapuh tanpa sekat kamar, lantai tanah, dan atap asbes yang sudah lapuk dimakan rayap. Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bilik bambu yang sudah berlubang di banyak tempat, sebagian ditutup dengan tripleks bekas yang diambil dari hasil memungut.

Example 300x600

Kondisi Rumah yang Membahayakan

READ
Maknai Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0822 Bondowoso Gelar Upacara Bendera

Teti, seorang tetangga Ma Uha, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rumah yang sudah lapuk dimakan usia dan berisiko tinggi untuk roboh, terutama saat musim hujan dan angin kencang. “Kondisi rumah yang lapuk sewaktu-waktu bisa roboh, terutama disaat musim penghujan serta angin kencang menerpa. Besar kemungkinan rumah yang ditempatinya akan ambruk,” ujar Teti.

Harapan Akan Perhatian Pemerintah

READ
Keamanan Wilayah Tetap Terjaga, Babinsa Koramil 0822/12 Bondowoso,Dukung Lomba Penilaian Pos kamling

Tetipun berharap agar pemerintah terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk. “Kami berharap pemerintah bisa segera mengantisipasi dan mengambil tindakan untuk membantu Ma Uha dan cucu-cucunya, sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah,” pungkas Teti.

Realita Program Penanganan Kemiskinan

Kondisi yang dialami Ma Uha menunjukkan bahwa program penanganan kemiskinan ekstrim yang digembar-gemborkan pemerintah masih jauh dari kata efektif. Meskipun banyak janji yang diberikan, kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan berbahaya.

Tuntutan Perbaikan dari Masyarakat

Masyarakat sekitar berharap adanya tindakan nyata dan cepat dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi rumah Ma Uha serta memberikan bantuan yang layak. “Kami tidak butuh janji-janji lagi. Yang kami butuhkan adalah tindakan nyata untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.

READ
Akibat Hujan Lebat di Mataram Mahasiswa Manggarai Barat Tempat Kosnya Terendam Banjir

Kesimpulan

Kasus Ma Uha adalah gambaran nyata dari ketidakberesan dalam pelaksanaan program penanganan kemiskinan ekstrim di Garut. Diperlukan tindakan segera dan konkret dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi ini, memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, dan bahwa program-program yang dicanangkan tidak hanya menjadi sekedar retorika politik.
(Dea islami)

Example 120x600