Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Al-Idrisi: Sang Kartografer Muslim yang Memetakan Dunia Tanpa Satelit

×

Al-Idrisi: Sang Kartografer Muslim yang Memetakan Dunia Tanpa Satelit

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi Al-Idrisi Sang Kartografer Muslim
Example 468x60

Pada zaman modern, peta dunia dibuat dengan bantuan satelit dan teknologi GPS yang mampu memotret permukaan bumi dengan presisi tinggi. Namun, jauh sebelum teknologi itu ada, seorang ilmuwan Muslim dari abad pertengahan telah memetakan dunia dengan detail yang mengagumkan.

Dialah Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi (1100–1165 M), seorang geografer, kartografer, dan ahli botani asal Ceuta (wilayah Maroko saat ini) yang hidup di masa Keemasan Islam. Al-Idrisi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Sisilia di bawah perlindungan Raja Roger II dari Normandia.

Pada tahun 1154, Al-Idrisi menyelesaikan karyanya yang terkenal, “Tabula Rogeriana”, sebuah peta dunia yang disertai ensiklopedia geografi. Karya ini dibuat setelah 15 tahun penelitian, wawancara dengan para pelancong dan pedagang, serta pengumpulan data dari catatan perjalanan maritim dan darat.

READ
Pj. Bupati Pringsewu Dr. Marindo Kurniawan, ST., MM Terima Kunjungan Silaturahmi Dewan Pengurus Masjid Kabupaten Pringsewu.

Menariknya, peta Al-Idrisi dibuat terbalik menurut standar modern: selatan berada di atas, utara di bawah. Meski tanpa satelit, peta ini sangat akurat untuk ukuran zamannya, menampilkan Eropa, Asia, dan Afrika dengan detail yang mengesankan.

READ
Babinsa Desa Pejaten Terjun ke Sawah, Bantu Petani Tingkatkan Ketahanan Pangan

Kontribusi Al-Idrisi tidak hanya menginspirasi generasi setelahnya, tetapi juga membuktikan bahwa peradaban Islam memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu geografi dan kartografi dunia. Ia adalah bukti bahwa kecerdasan, rasa ingin tahu, dan kerja keras mampu “memetakan dunia” bahkan tanpa teknologi canggih.