Scroll untuk baca artikel
Berita

Percepatan Pembangunan: Infrastruktur Lebih Kokoh dan Lebih Lebar

×

Percepatan Pembangunan: Infrastruktur Lebih Kokoh dan Lebih Lebar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bondowoso, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Di tengah kekhawatiran masyarakat akibat terputusnya akses vital, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, turun langsung meninjau lokasi ambruknya Jembatan Sentong Sukowiryo di wilayah Nangkaan, Bondowoso, Rabu (25/2/2026). Kehadirannya menegaskan komitmen percepatan pembangunan ulang jembatan yang telah berdiri lebih dari satu abad tersebut.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda simbolis. Emil menegaskan, peristiwa ini justru menjadi momentum pembaruan infrastruktur secara menyeluruh. Karena jembatan itu merupakan bagian dari ruas jalan provinsi, tanggung jawab pembangunan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Secara desain dan anggaran sudah siap. Tinggal penandatanganan kontrak. Karena sekarang sudah ditutup total, kita percepat agar bisa mulai lebih awal, insyaallah bulan Ramadan,” ujarnya.

READ
2.670 Media Siber Bersatu, SMSI Apresiasi Kinerja Polri Lewat Konvensi Nasional 2025

Ia menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum sebelumnya telah menyusun perencanaan teknis dengan spesifikasi yang lebih kuat dan modern. Struktur baru akan menggunakan konstruksi balok girder yang dinilai lebih kokoh serta memiliki daya tahan lebih panjang dibanding desain lama.

Selain penguatan struktur, kapasitas jembatan juga akan ditingkatkan. Lebarnya diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan sekaligus menekan potensi kemacetan di masa mendatang.

“Kita tidak hanya membangun ulang, tapi membangun lebih baik. Ini investasi jangka panjang,” tegasnya.

Dengan bentang sepanjang 50 meter, Emil menyebut pembangunan jembatan darurat tidak memungkinkan dilakukan. Faktor keselamatan serta kebutuhan penggalian di sekitar titik konstruksi menjadi pertimbangan utama.

READ
Cegah Judi Online, Kodim 0822 Bondowoso Sidak HP Anggota Koramil Jajaran

“Tidak bisa dilalui sama sekali, termasuk pejalan kaki. Membangun jembatan darurat dalam kondisi ini sangat berisiko,” jelasnya.

Total anggaran pembangunan ulang mencapai Rp17,5 miliar dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan. Meski dikebut, Emil menegaskan mutu konstruksi tetap menjadi prioritas.

“Kita ingin cepat, tapi tidak boleh mengorbankan kualitas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat untuk puluhan tahun ke depan,” tandasnya.

Penutupan jembatan turut berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Pemerintah, kata Emil, tengah mengkaji kemungkinan skema bantuan atau tali asih bagi masyarakat terdampak.

“Kami tidak ingin memberi janji kosong. Kami analisa dulu bersama Ibu Gubernur dan Pak Bupati, nanti akan disampaikan resmi,” katanya.

READ
Moment Ramadhan Kapolres Bondowoso Bagi Takjil

Sebagai langkah sementara, arus lalu lintas dialihkan ke jalan alternatif milik kabupaten. Meski masih terdapat beberapa titik berlubang, Bupati Bondowoso telah berkomitmen melakukan perbaikan secepatnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan memberikan dukungan melalui program bantuan aspal, dengan skema material dari provinsi dan pengerjaan teknis oleh pemerintah kabupaten.

“Yang penting jangan berlubang dulu supaya aman dilalui,” imbuh Emil.

Ia berharap, masa pembangunan yang menuntut kesabaran masyarakat ini akan berbuah manis dengan hadirnya jembatan baru yang lebih kuat, lebih lebar, dan mampu menopang mobilitas warga dalam jangka panjang. Bagi masyarakat Bondowoso, pembangunan ulang ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol pulihnya akses dan bangkitnya denyut ekonomi daerah.(ky)