Scroll untuk baca artikel
Berita

Ribuan Masyarakat Labuan Bajo Menyaksikan Sangkur Pora, Tradisi Pernikahan Pratu Iksan Anggota TNI-AD

×

Ribuan Masyarakat Labuan Bajo Menyaksikan Sangkur Pora, Tradisi Pernikahan Pratu Iksan Anggota TNI-AD

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Labuan Bajo, JEJAKPERISTIWA.CO.ID – Ribuan Masyarakat Labuan Bajo,Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai barat Nusa tenggara Timur antusias menyaksikan jalannya prosesi pernikahan tradisi sangkur pora.

Pernikahan Pratu Iksan Wahyudin Putra Pertama Dari Bapak Baharudin Mudar Dan Ibu Samsiah. Dan Fira Oktaviani Putri Ke Empat Dari Bapak H.Arifudin Dan Ibu Hj. Rahmatang.

Tradisi sangkur pora di laksanakan oleh Keluarga Besar mempelai Pria Di Kediaman Mempelai Wanita Di Kampung Ujung Kelurahan Labuan Bajo Minggu(20/07/2024) Malam.

READ
SMSI Dorong Podcast Diakui sebagai Institusi Pers pada 2026

Acara tradisi sangkur pora merupakan acara penghantaran prajurit TNI Angkatan Darat, bagi tamtama dan Bintara yang melaksanakan prosesi pernikahan.

Pantauan Media Jejak Peristiwa Saat Di lokasi Berlangsung Nya Acara Terlihat Dengan beranggotakan 11 orang prajurit lengkap dengan atributnya.

READ
Ribuan Masyarakat Padati Kampanye Cawako No 2 (Alaf) di Kel.Selibar Kec Pagaralam Utara

Acara pun berlangsung hikmat dan Di Hadiri Keluarga besar Mempelai Wanita Dan Keluarga Besar Mempelai Pria, dan Tamu undangan turut serta mengabadikan momen acara sangkur Pora berlangsung.

Ditempat yang sama Yasin warga Labuan Bajo yang ikut menyaksikan jalannya acara tersebut kepada Media Jejak Peristiwa mengatakan, sebagian masyarakat Labuan Bajo khususnya yang sedang di lokasi sangat antusias menyaksikan jalannya prosesi pernikahan secara kemiliteran di wilayah dia tinggal.Beber Yasin

READ
Polsek Sukosari Serahkan Bantuan Bibit Jagung untuk Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren

Hal Senada Yang Di Ungkapan Abing, Ini Merupakan Pertama Kali Melihat Dengan nyata Pernikahan Sangkur Pora Di labuan Bajo

“Dan Ini Merupakan Momen Yang Sangat Bersejarah Di Labuan Bajo khususnya.” Tutur Abing (sarifudin)